Analisis Ringkas Cepat

PERMASALAHAN SAVING PLAN BANCASSURANCE JIWASRAYA / Januari 2020

Sekilas:
Saving Plan Bancassurance atau JS Saving Plan yang pertama kali diperkenalkan pada 2013 merupakan produk asuransi jiwa sekaligus investasi yang ditawarkan melalui perbankan atau bancassurance. Produk bancassurance ini masa asuransinya adalah 5 tahun, tetapi masa investasinya 1 tahun yang artinya setiap tahun jatuh tempo dan harus dibayar kecuali nasabah meminta diperpanjang. Jadi meskipun sudah jatuh tempo 1 tahun, masa proteksi asuransi terhadap kecelakaan masih terus berlangsung sampai tahun ke 5. Namun jika terjadi risiko di masalah investasi, maka akan dibayarkan sesuai nilai asuransinya. Perusahaan menjanjikan return yang tinggi kepada pemegang polis antara 2,5% sampai dengan 6,25% di atas bunga deposito Bank Himbara dan Obligasi Pemerintah. Sehingga pada saat pasar bergejolak, investor mulai mempertanyakan underlying investasi keuangan perusahaan. Pendapatan premi saving plan bancassurance terus mengalami peningkatan sejak tahun 2012 sebesar Rp0,82 triliun menjadi Rp16,54 triliun di tahun 2017. Pada tahun 2017 tersebut, total porsi pendapatan premi perusahaan yang mencapai 75,3% dari produk saving plan bancassurance yang bersifat hutang. Sementara likuiditas perusahaan tidak siap dan tidak bisa terbayarkan. Per September 2019, terdapat total 17.403 pemegang polis saving plan bancassurance yang merepresentasikan angka yang tinggi dalam hutang perusahaan yang statusnya masih pending. Per November 2019, total liabilitas saving plan Jiwasraya mencapai Rp15,75 triliun. Program roll over atau perpanjangan polis nasabah yang dilakukan hingga 30 November 2019 hanya 4.306 polis (24,75%) dengan nilai Rp4,25 triliun. Sehingga polis yang mengalami penundaan pembayaran mencapai 13.095 polis sebesar Rp11,50triliun.