Siap Memberikan Dukungan Fungsi Anggaran Secara Profesional

   

Referensi APBN

Perkembangan Anggaran dan Indikator Kesehatan Indonesia Menuju SDM yang Berkualitas dan Berdaya Saing / September 2021

Sekilas:
Pembangunan kesehatan merupakan suatu bentuk investasi terhadap modal manusia suatu bangsa, tak terkecuali Indonesia. Investasi terhadap modal manusia ini pada akhirnya diharapkan akan berdampak pada peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Mengingat begitu pentingnya pembangunan kesehatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dukungan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah diatur dalam Pasal 171 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang menyebutkan besaran alokasi anggaran bidang kesehatan pemerintah minimal sebesar 5 (lima) persen dari APBN diluar gaji. Sejak tahun 2020 hingga saat ini dunia masih dipengaruhi oleh kondisi pandemi Coronavirus Desease 2019 (Covid-19). Dampak pandemi Covid-19 diasumsikan masih berlanjut hingga tahun 2022. Oleh karena itu, berbagai bentuk intervensi pemerintah baik secara promotif, preventif, maupun kuratif, termasuk pelaksanaan vaksinasi untuk mencapai herd immunity terus dilakukan. Di sisi lain, pandemi Covid-19 juga perlu dipandang sebagai momentum untuk penguatan sistem kesehatan nasional dengan meningkatkan keamanan dan ketahanan kesehatan nasional. Pada tahun 2021, fokus APBN diarahkan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi dengan belanja negara diperkirakan mencapai Rp2.750,0 triliun atau 15,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Program Komite Penanganan Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) tetap dilakukan dan dialokasikan sebesar Rp699,43 triliun, yang terbagi dalam 5 (lima) klaster utama dengan salah satu klaster utama yaitu pendanaan kesehatan sebesar Rp175,52 triliun. Sebagai keberlanjutan proses pemulihan dampak Covid-19, sasaran utama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) difokuskan pada penguatan pelayanan kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan dan perlindungan sosial melalui reformasi sistem kesehatan nasional, reformasi sistem perlindungan sosial, percepatan penurunan kematian ibu dan stunting, pembangunan STP, serta pendidikan dan pelatihan vokasi untuk industri 4.0. Hal tersebut direfleksikan juga melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2022 yang masih menjadikan kesehatan sebagai isu utama yang menjadi perhatian. Diantaranya tertuang dalam poin-poin prioritas nasional 3 dan prioritas nasional 5 terkait Peningkatan SDM yang Berkualitas dan Berdaya Saing serta Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka pada referensi kali ini akan dilihat bagaimana perkembangan anggaran, indikator-indikator layanan; akses; dan kondisi capaian Kesehatan




Perkembangan Indikator Pendidikan sebagai Dukungan PN 3: Peningkatan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing / September 2021

Sekilas:
Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Berkualitas dan Berdaya Saing menjadi salah satu arah kebijakan pembangunan yang akan dilaksanakan oleh pemerintah pada tahun 2022, yaitu tertuang menjadi Prioritas Nasional (PN) 3 dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022. Salah satu sasaran yang akan dituju oleh pelaksanaan PN 3 adalah terpenuhinya layanan dasar bidang pendidikan, yang diukur dengan 3 indikator, yaitu nilai rata-rata hasil Programme for International Student Assessment (PISA), ratarata lama sekolah, dan harapan lama sekolah. Untuk mewujudkan PN 3 tersebut, terdapat beberapa Program Prioritas (PP) yang akan dilaksanakan oleh pemerintah. Salah satunya ialah PP 4 tentang Peningkatan Pemerataan Layanan Pendidikan Berkualitas yang diukur dengan beberapa indikator, seperti rasio Angka Partisipasi Kasar (APK), tes PISA, tingkat penyelesaian pendidikan, partisipasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan APK Pendidikan Tinggi (PT). Secara garis besar, beberapa indikator pendidikan yang ingin dicapai oleh pemerintah di tahun 2022 diringkas pada Tabel 1. Tulisan ini kemudian bertujuan untuk memberikan referensi mengenai perkembangan berbagai indikator pendidikan selama beberapa tahun terakhir, baik indikator dalam RKP 2022 maupun indikator lainnya yang dapat menjadi komplementer. Dengan demikian, diharapkan hal tersebut dapat memberi gambaran sejauh mana pemerintah harus mengupayakan strategi kebijakan pendidikannya, sehingga target indikator pendidikan tahun 2022 di atas kemudian dapat tercapai.




Perkembangan PMDN dan PMA di Indonesia Tahun 2016-2020 / Juni 2021

Sekilas:
Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) merupakan salah satu komponen dalam pertumbuhan ekonomi. Adanya aktivitas investasi akan memengaruhi perkembangan ekonomi suatu negara. Dalam beberapa tahun terakhir, investasi merupakan penyumbang kedua terbesar pada Produk Domestik Bruto (PDB) setelah konsumsi rumah tangga. Di tahun 2018, kontribusi investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami peningkatan yaitu menjadi 32,29 persen dari 32,16 persen pada tahun 2017 yang berlanjut hingga tahun 2019 (Gambar 1). Pada tahun 2020, kontribusi investasi turun menjadi 31,73 persen.




Peta Politik Keamanan dan Perekonomian Nasional serta Daerah / Juni 2021

Sekilas:
Politik dan keamanan menjadi salah satu unsur penting dalam suatu negara. Politik di definisikan sebagai segala aktivitas atau sikap yang berhubungan dengan kekuasaan dan yang bermaksud untuk mempengaruhi, dengan jalan mengubah atau mempertahankan suatu macam bentuk susunan masyarakat (Deliar Noer, 1983: 6). Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Politik merupakan ilmu mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan. Keamanan sendiri merupakan sebuah konsep yang multi interpretatif. Keamanan tidak hanya terbatas pada pertahanan serta perang, namun juga meliputi perpaduan antara ancaman militer dan non militer. Keamanan nasional harus dipandang sebagai bagian integral dari berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan negara. Keamanan nasional berkembang mencakup pertahanan negara, keamanan negara, keamanan ketertiban masyarakat, dan keamanan insani. (Lemhanas, 2016). Politik dan keamanan sendiri memiliki keterkaitan erat terhadap pembangunan dan perekonomian dalam suatu negara. Mankiw (2000) mengungkapkan bahwa perekonomian sebuah negara tidak akan terlepas dari peranan faktor politik. Kondisi politik yang aman dan stabil akan berpengaruh positif terhadap perekonomian. Situasi politik yang stabil akan menciptakan iklim ekonomi yang kondusif, dan situasi seperti ini merangsang pertumbuhan ekonomi, terbukanya akses untuk melakukan aktivitas- aktivitas yang produktif, sehingga produksi dapat ditingkatkan (Tarmidi, 2009). Berdasarkan beberapa literature review tersebut terlihat bahwa politik dan keamanan memiliki korelasi yang positif terhadap perekonomian. Sehingga, dalam referensi APBN ini ingin melihat dan menampilkan bagaimana posisi indikator politik dan keamanan Indonesia serta indikator perekonomian pada level provinsi.




POTRET INDUSTRI PERTAHANAN INDONESIA / Juni 2021

Sekilas:
Industri pertahananmenjadi salah satu hal krusial dalam rangka mendukung sistem pertahanan negara untuk menjamin kelangsungan hidup maupun eksistensi bangsa dan negara. Industri pertahanan yang kuat mempunyai dua efek utama, yakni efek langsung terhadap pembangunan kemampuan pertahanan, dan efek terhadap pembangunan ekonomi dan teknologi nasional. Industri pertahanan merupakan bagian dari industri nasional yang ditetapkan oleh pemerintah untuk sebagian atau seluruhnya menghasilkan alat peralatan pertahanan dan keamanan, jasa pemeliharaan untuk memenuhi kepentingan strategis di bidang pertahanan dan keamanan yang berlokasi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam bidang pembangunan kemampuan pertahanan, industri pertahanan yang kuat tercermin dari tersedianya jaminan pasokan kebutuhan alutsista serta sarana pertahanan secara berkelanjutan. Ketersediaan pasokan tersebut juga menjadi prasyarat mutlak bagi kepastian dan keleluasaan dalam menyusun rencana jangka panjang pembangunan kemampuan pertahanan, sehingga meminimalisir kekhawatiran akan faktor-faktor politik dan ekonomi, seperti embargo atau restriksi. Industri pertahanan dapat memberikan efek pertumbuhan ekonomi dan industri nasional, yakni ikut menggairahkan pertumbuhan industri nasional yang berskala internasional, penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang cukup signifikan, transfer teknologi yang dapat menggairahkan sektor penelitian, dan pengembangan sekaligus memenuhi kebutuhan sektor pendidikan nasional di bidang sains dan teknologi (Dephan dalam LIPI, 2012).




← Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya →